Malam pukul
19.00 kami berkumpul di basecamp @geodetberbagi, di sebuah kontrakan samping
gapura kelurahan keramas, pertigaan futsal mulawarman. Berbagai keperluan untuk
membagi nasi kami siapkan, mulai dari kantong plastic, nasi, dan air minum
gelasan. Semua tersusun rapi. Agar mudah saat membagikannya.
Pukul 19.30
kita merapat ke Pom bensin Undip untuk menunggu tamu-tamu istimewa. Ya. Kali
ini #BerbagiNasi nampak beda dari biasanya. Nampak wajah-wajah baru penopang
komunitas sosial ini. Beserta kami sebagian anak angkatan 2012 dan 2013, serta
tamu istimewa dari komunitas Berbagi Nasi Semarang, namanya Pandu.
Setelah
beberapa saat kita menunggu kesemua pasukan, ketua @geodetberbagi, Caca
memimpin do’a bersama semoga dilimpahkan berkah dan kemudahan. And then, let’s
go. Segera kita pawai bersama ke lokasi sasaran malam itu, daerah stasiun
poncol dan sekitar.
Sesampainya
di samping pintu masuk stasiun, dari berbagai arah beberapa pasang mata melihat
kegaduhan kami. Malam itu total pasukan lebih dari 50 anak. Bayangkan.
Bagaimana riuhnya saat itu. Saking banyaknya pasukan, sekitar 70 kantong
plastik berisi nasi bungkus lauk ayam dan air minum sudah habis terbagi.
Alhamdulillah, puji syukur. Lancar.
Destinasi
#jalan-jalanMen kali ini adalah taman gereja blenduk di kawasan kota lama.
Sebentar istirahat, kita lanjut dengan bincang-bincang. Wahyu, perwakilan 2010
memulai cerita, kemudian Pandu, dan kemudian anak 2012 dan 2013. Semua kesan
dan saran mereka curahkan. Dan semua mendukung apa yang telah @geodetberbagi
lakukan.
Sukses buat
semua pasukan.
Semoga benih
kebaikan ini akan berbuah manis pada saatnya. Memang bukan saat ini. Atau
bahkan kita lupa atau tak mampu memahaminya. Namun percayalah, tiada kebaikan
melainkan akan dibalas dengan kebaikan pula. Semoga kita tetap rendah hati
dalam berbagi. Dengan begitu, akan semakin tinggi pula balasan yang kita terima.
Percayalah. Karena @geodetberbagi tumbuh atas landas kepercayaan. Kekeluargaan
juga. Dan mungkin kesederhanaan.

